CARA BARU KONSEP BAURAN PEMASARAN DALAM MODEL INTEGRATED MARKETING COMMUNICATION

0
72

Pada intinya IMC adalah tentang perencanaan untuk menyampaikan pesan yang konsisten. Menurut Percy (2016), pada hakikatnya strategi perencanaan IMC digunakan untuk mencapai solusi optimal. Artinya bahwa dalam mencapai tujuan komunikasi pemasaran yang optimal, perusahaan atau organisasi harus menimbang untung dan rugi pada berbagai pilihan aktivitas dalam IMC. Diperlukan dianalisis kekuatan pengaruh masing-masing bentuk media periklanan dan promosi serta disesuaikan dengan anggaran. Maka dalam proses penyusunan strategi IMC dapat menggunakan satu atau sejumlah alternatif komunikasi. Dengan demikian IMC adalah proses perencanaan strategis, dan bukan suatu model yang mewajibkan penggunaan banyak cara komunikasi pemasaran. NAWA

Lanskap bisnis berubah dengan cepatnya sehingga memerlukan berbagai pendekatan baru untuk menyikapinya. Pada era saat ini, bauran pemasaran yang bersifat kegiatan offline (non digital) sudah mulai ditinggalkan oleh organisasi. Beberapa organisasi atau perusahaan, lembaga maupun institusi telah memberdayakan kekuatan online (digital) dalam membangun respon khalayak melalui beragam strategi komunikasi pemasaran, sehingga meninggalkan cara-cara komunikasi pemasaran konservatif (tradisional). Hal tersebut beralasan karena tuntutan efisiensi dan efektivitas beragam sektor dalam proses produksi hingga distribusi dalam sebuah organisasi.

Dalam kegiatan komunikasi pemasaran yang terintegrasi (Integrated Marketing Communication / IMC) berisi rangkaian program-program bauran pemasaran yang perlu dilaksanakan secara terpadu. Keterpaduan yang dimaksud adalah konsistensi pesan di setiap program bauran pemasaran. Mengutip pendapat Anggraeni tahun 2018, bahwa IMC merupakan proses pengembangan dan implementasi berbagai bentuk program komunikasi persuasif kepada pelanggan dan calon pelanggan secara berkelanjutan.

Konsep IMC pernah disampaikan oleh Smith, P.R & Ze Zook pada 2011 bahwa bauran pemasaran yang terintegrasi meliputi perpaduan aktivitas online dan offline. Bentuk utama dari bauran komunikasi pemasaran menurut Zook & Smith, (2011): Iklan (advertising), Promosi penjualan (sales promotion), Pemasaran langsung (direct marketing), kegiatan Hubungan masyarakat (public relations), Pameran, Sponsorship, Exhibitions, Kemasan (packaging), Merchandising, Selling & sales management, menggunakan media sosial dan Websites. Namun pada era saat ini cara-cara offline mulai ditinggalkan perusahaan. Tren mulai ditinggalkannya cara-cara non digital dalam aktivitas IMC pernah disampaikan oleh Kartajaya dari karyanya tahun 2013. Menurut Kartajaya (2013), bahwa Facebook, Blog, Web 2.0, Wikipedia, Social Networking, Mobile Marketing, Experiential Marketing, Offline Online Community dan Many-to-Many Marketing merupakan istilah-istilah yang belakangan marak dalam bisnis ataupun marketing.

Pada intinya IMC adalah tentang perencanaan untuk menyampaikan pesan yang konsisten. Menurut Percy (2016), pada hakikatnya strategi perencanaan IMC digunakan untuk mencapai solusi optimal. Artinya bahwa dalam mencapai tujuan komunikasi pemasaran yang optimal, perusahaan atau organisasi harus menimbang untung dan rugi pada berbagai pilihan aktivitas dalam IMC. Diperlukan dianalisis kekuatan pengaruh masing-masing bentuk media periklanan dan promosi serta disesuaikan dengan anggaran. Maka dalam proses penyusunan strategi IMC dapat menggunakan satu atau sejumlah alternatif komunikasi. Dengan demikian IMC adalah proses perencanaan strategis, dan bukan suatu model yang mewajibkan penggunaan banyak cara komunikasi pemasaran. NAWA

Penulis : Novalia Agung Wardjito Ardhoyo

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini