Keberadaan Ismail Bolong Masih Dicari Polisi

0
41

Mantan Kapolres Samarinda Ismail Bolong, menjadi sorotan publik karena testimoni soal setoran tambang batu bara illegal Kaltim. Polisi mengaku masih mencari keberadaan Ismail Bolong.
Diketahui, kasus setoran dana tambang ilegal di Kaltim menyeret nama petinggi Polri yaitu Kabareskrim Komjen Agus Andrianto.

Video berisi pernyataan Ismail Bolong yang mengaku menyetor uang ke Kabareskrim sebesar Rp 6 miliar itu bikin beredar di media sosial. Ismail Bolong, dalam video itu, mengaku bekerja sebagai pengepul batu bara dari konsesi tanpa izin.

Kegiatan ilegal itu disebutnya berada di daerah Santan Ulu, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim, yang masuk wilayah hukum Polres Bontang. Dia mengatakan kegiatan ilegal itu dilakukan sejak Juli 2020 sampai November 2021.

Dalam kegiatan pengepulan batu bara ilegal, Ismail Bolong mengaku mendapat keuntungan Rp 5-10 miliar setiap bulan. Ismail mengaku telah berkoordinasi dengan Kabareskrim Komjen Agus Andrianto dan telah memberikan uang sebanyak tiga kali pada September 2021 sebesar Rp 2 miliar, Oktober sebesar Rp 2 miliar, dan November 2021 sebesar Rp 2 miliar.

Kuasa hukum mantan Karo Paminal Divpropam Polri Hendra Kurniawan, Hendry Yosodiningrat, meminta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengambil sikap terkait kasus dugaan setoran dana tambang ilegal di Kaltim.

Menurutnya, perlindungan terhadap Ismail Bolong perlu dilakukan agar kasus dugaan setoran tambang ilegal yang mengalir ke sejumlah anggota Polri bisa lebih terang benderang.

“Ismail Bolong harus dilindungi. Jangan ditekan, jangan suruh lari, jangan diilangin,” kata Henry di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (1/12/2022), seperti dikutip Kompas.com.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini