Peringati 15 Tahun Kudeta Militer Bangkok, Thailand Hingga Demo Menggulingkan Perdana Menteri

0
99
Sumber: Bangkokpost

Peringati 15 tahun Kudeta Militer Bangkok, Thailand pengunjuk rasa padati jalan raya, untuk menggulingkan mantan Perdana Menteri Thaksin Shinawatra. Para Demonstran menyerukan agar Perdana Menteri Prayuth Chan-O-Cha mengundurkan diri dari jabatannya.

Dilansir dari AFP, Minggu (19/9/202) Thaksin Shinawatra telah digulingkan dari jabatannya sejak 19 September 2006. Saat ini ia berada di pengasingan, meski masih menjadi tokoh yang dielu-elukan dalam politik thailand.

Bunyi klakson dari ratusan mobil demonstran membuat suasana menjadi riuh sambil menyerukan pengunduran diri Prayut Chan-O-Cha yang juga mantan panglima militer pada kudeta 2014.

Thailand telah mengalami banyak perubahan kudeta. Lebih dari belasan kudeta sejak berakhirnya kekuasaan monarki absolut pada tahun 1932. Kudeta tersebut bertujuan untuk melindungi keluarga kerjaan.

Dalam gerakan protes anti pemerintah atau disebut juga dengan “Kaus Merah” Sosok Thaksin Shinawatra telah menduduki kekuasaan. Didominasi oleh kelas pekerja yang memujanya atas berbagai kontribusinya seperti menerapkan sistem perawatan kesehatan universal. Meski demikian, Thaksin dibenci oleh para elit Bangkok dan militer bahkan dihadapi dengan tuduhan korupsi.

Ratusan demonstra dengan menggunakan sepeda motor dan mobil itu berencana untuk pindah ke Monumen Demokrasi, gerakan tersebut telah berulang kali dilakukan seraya  menyerukan pengunduran diri Prayut sejak Juli.

Awal bulan ini, Prayuth beserta lima menteri kabinetnya selamat dari mosi tidak percaya. Prayuth berhasil lolos setelah menerima 264 suara pendukung dan 208 menentang.

Pihak oposisi membutuhkan 242 dari 482 suara parlemen untuk menggulingkan perdana menteri. Pemerintahan masa Prayuth dituding salah dalam mengatasi pandemi Covid-19 hinggal memburuknya perekonomian.

Para Demonstran juga mengkritik peluncuran vaksin pemerintah yang lambat, ini akibat dari tidak membuat pesanan vaksin terlebih dahulu dan memutuskan untuk tidak bergabung dengan skema pasokan vaksin internasional, COVAX. (CS)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini